itahpost.com, PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah Football Academy (KAFA) resmi diluncurkan di R88 Mini Soccer, Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026). Kehadiran akademi sepak bola ini menjadi langkah baru dalam pembinaan pemain usia muda di Kalimantan Tengah dengan mengusung sistem pelatihan profesional, terstruktur, dan berbasis sport science. Melalui pendekatan tersebut, KAFA menargetkan lahirnya generasi pesepak bola berkarakter, berdaya saing, dan mampu menembus level kompetisi yang lebih tinggi.
Peluncuran KAFA mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah dan insan sepak bola. Acara tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah yang menyampaikan apresiasi atas hadirnya akademi tersebut sebagai wadah pembinaan atlet usia dini.
Kehadiran KAFA dinilai dapat menjadi bagian penting dalam penguatan sistem pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Tengah, sekaligus membuka peluang bagi talenta-talenta muda daerah untuk berkembang secara maksimal.
Dukungan juga datang dari penjaga gawang Madura United yang berlaga di Liga 1 Indonesia, Satrio. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para peserta dan orang tua agar terus mendukung proses pembinaan sejak usia dini.
Menurut Satrio, konsistensi latihan yang didukung metode pembinaan yang tepat akan menjadi modal penting bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih kesempatan tampil di level profesional.
Selain memperkenalkan program akademi, KAFA juga mengumumkan kerja sama strategis dengan TerasFiT sebagai mitra pengembangan kondisi fisik dan kebugaran atlet. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen akademi dalam menerapkan sistem pembinaan yang tidak hanya berfokus pada teknik dan taktik permainan, tetapi juga didukung pendekatan ilmiah melalui sport science.
Salah satu program unggulan yang diterapkan adalah pelaksanaan tes dan pengukuran fisik secara berkala menggunakan instrumen yang terstandar. Hasil evaluasi tersebut akan disusun dalam bentuk laporan perkembangan yang dapat diakses oleh orang tua sebagai bahan pemantauan kemampuan fisik dan perkembangan anak selama mengikuti program pembinaan.
Dengan sistem evaluasi berbasis data, setiap program latihan dapat dirancang sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan proses pembinaan yang lebih efektif, objektif, dan terukur.
Direktur KAFA, Jihad Alief, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap kehadiran akademi sepak bola tersebut.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat positif. Hingga pelaksanaan launching, jumlah pendaftar sudah mencapai 52 anak yang berasal dari kelompok usia U-10 hingga U-17. Ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pembinaan sepak bola yang profesional. Kami berkomitmen memberikan program latihan terbaik dengan pendekatan sport science sehingga setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.
KAFA hadir dengan visi membangun akademi sepak bola yang mampu mengembangkan potensi pemain secara menyeluruh melalui pembinaan berjenjang, didukung pelatih kompeten, metode latihan modern, evaluasi berbasis data, serta penguatan karakter, disiplin, dan sportivitas.
Mengusung semangat #LevelUp, KAFA optimistis dapat menjadi rumah bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola muda Kalimantan Tengah yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Peluncuran KAFA sekaligus menandai dimulainya perjalanan panjang dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola yang lebih modern, profesional, dan berbasis ilmu pengetahuan di Bumi Tambun Bungai, dengan harapan dapat melahirkan generasi atlet yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas dan karakter yang kuat.






