Peringati Hari Perempuan Sedunia, Fatayat NU Kapuas Kampanyekan Stop Pernikahan Anak Sambil Berbagi Takjil

itahpost.com, KAPUAS – Memperingati International Women’s Day (IWD) 2026, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kapuas menggelar aksi sosial berupa pembagian takjil sekaligus kampanye publik bertema “Stop Pernikahan Anak, Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi.” Kegiatan yang didukung Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah, Hj. Siti Asseanti (Bidan Sean) ini berlangsung di kawasan Taman Adipura dan Jalan Pemuda Kuala Kapuas, Minggu (15/3) sore.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan kader Fatayat NU bersama Pemuda NU Kapuas turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Selain itu, mereka juga menyebarkan leaflet edukasi yang berisi informasi mengenai risiko serta dampak pernikahan anak terhadap kesehatan, pendidikan, hingga masa depan anak perempuan.

Bacaan Lainnya

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kapuas, Anita, menegaskan bahwa momentum Hari Perempuan Sedunia menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk melindungi hak-hak anak perempuan agar dapat tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Pernikahan anak bukan hanya persoalan keluarga, tetapi juga persoalan masa depan generasi. Dampaknya sangat besar terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, hingga kesejahteraan anak perempuan. Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah praktik pernikahan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Aulia Pusfita Sari, Field Koordinator Program INKLUSI sekaligus Sekretaris Fatayat NU Kapuas, menilai keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan angka pernikahan anak di daerah.

“Kolaborasi antara organisasi perempuan, pemuda, tokoh masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPD RI, menjadi kekuatan penting dalam membangun kesadaran bersama untuk melindungi anak dan memberdayakan perempuan,” jelasnya.

Melalui aksi berbagi takjil yang dipadukan dengan kampanye publik tersebut, Fatayat NU Kapuas berharap pesan “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi” dapat semakin luas tersampaikan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya gerakan kolektif dalam upaya menekan angka pernikahan anak di Kabupaten Kapuas.

Pos terkait